Kantor, 30 November 2006
Selamat pagi!
Pagi ini aku terbangun dengan badan yang superkratak. Maksudnya, gerak dikit udah terdengar bunyi ‘kratak’, kqkqkqkqkq. Dengan perasaan yang tak menentu juga. Bapak sudah makin baik, hanya aku nggak tau gimana dengan ibuku yang sedang sakit gigi dan menanggung semua ini. Mungkin aku agak bingung juga dengan ibuku yang super bersih itu, karena dia selalu nggak mau menunda pekerjaan mencuci. Sedangkan aku kalo nyuci ya malam-malam, di jam yang nggak umum baginya. Hehehehehehehe… paling tidak aku bisa membantu dibagian lain yang bukan nyuci baju, dan semoga itu cukup baik.
Rasanya capek pikiran dan sakit badan. Sampai-sampai di atas bis tadi aku rasanya pingin nangis saking capek dan stresnya. Tiba-tiba ada suara ringkik kuda, ternyata seekor kuda yang sudah terlalu kelelahan dipaksa kusirnya untuk terus berjalan di jalan raya yang superduper padat. Jadi tambah pingin nagis. Tarik nafas dalam-dalam dan berdoa, semoga Tuhan menolong mahluk ciptaanNya. Tiba-tiba seorang pengamen menyanyi dengan suara pas-pasan, tapi dengan ketulusan yang bisa dirasakan dan sampai selesai. Belum habis timbang rasaku, tiba-tiba sepasang lelaki pengamen ledhek naik. Sebegitu susahnya cari pekerjaan sekarang. Dan aku tak kunjung mensyukuri tempatku bekerja. Aku tetap belum bisa menyukai tempat ini dengan tulus. Keberuntungan pun nampaknya belum juga berkawan denganku, untuk membawaku pergi dari tempat ini.
Mungkin aku memang mau sakit. Tulang belakangku tak kunjung berkurang rasa sakitnya. Dengan mual-mual dan semua otot kaki yang kesakitan. Semalam kaki-kakiku mulai bengkak, padahal itu salah satu asset berhargaku…duh! Tulang ekor sampai tembus ke perut masih juga perih. Kadang-kadang rasanya seperti melayang. Tapi kalau ditimbang-timbang, ini pasti bukan penyakit.