still haven’t found … Saturday, May 19 2007 

sore, sambil denger ‘aubrey’

melewati hari di akhir pekan secara ibu rumah tangga; nggak kemana-mana, nyuci baju yang sudah numpuk seminggu, bebersih, sambil chat dan cek2 e-mail. urusan kantor, teman, bantuan, komunitas sampai percintaan.  sementara entah anakku main ke mana. sejujurnya, kadang rasanya kangen untuk menyepi ke kakigunung atau pedalaman. bertanya-tanya, apakah aku sudah menjadi manusia yang baik, bahkan untuk diriku sendiri. pilihan2 yang sudah kuambil…meski selalu lebih banyak di dalam rumah, menikmati rumah, selalu perasaan untuk pergi ke kaki gunung atau pedalaman muncul.

perlu bicara dengan diriku sendiri, perlu bicara dengan cerminku. merasa masih perlu dibimbing… hmmm, jadi kangen para almarhum kakek an nenek, orang-orang sederhana yang sudah banyak makan asam garam kehidupan.

mungkin memang dalam kehidupan ini, kita sebenarnyalah sendirian…seperti sendirian dalam kematian.

Dunia oh Dunia [DoD] Saturday, May 19 2007 

6 Desember 2006

 

ABCD; aduh boo, capeeek deh! sama mas N. OB dimana-mana sama aja, tukang ngeyel, tapi… OB juga manusia. Bayangkan, betapa lelah hatinya ketika semua orang di kantor memanggil-manggil dengan suara penindasan. Perintah yang sak-det-sak-nyet  harus terjadi, disajikan dengan sempurna. Sbenernya kasihan, harga diri mereka pasti peka sekali. Tapi kalau dihadapkan pada mental ngeyelnya, kadang dalam hati pingin juga njitak :P Yah, dunia memang kejam.

Ternyata tawaran kerja yang aku incar yang malah dekat dengan TNI, so goodbye bye-bye, till we meet again . Semalam telpon-telponan dengan mas George Cloon-tung. Dia selalu kasih semangat untuk jangan takut pada gelap*, karena habis gelap terbitlah terang*.

 

betapa kadang rasanya melelahkan dunia ini…

superkratak Saturday, May 19 2007 

Kantor, 30 November 2006

 

Selamat pagi!

 

Pagi ini aku terbangun dengan badan yang superkratak. Maksudnya, gerak dikit udah terdengar bunyi ‘kratak’, kqkqkqkqkq. Dengan perasaan yang tak menentu juga. Bapak sudah makin baik, hanya aku nggak tau gimana dengan ibuku yang sedang sakit gigi dan menanggung semua ini. Mungkin aku agak bingung juga dengan ibuku yang super bersih itu, karena dia selalu nggak mau menunda pekerjaan mencuci. Sedangkan aku kalo nyuci ya malam-malam, di jam yang nggak umum baginya. Hehehehehehehe… paling tidak aku bisa membantu dibagian lain yang bukan nyuci baju, dan semoga itu cukup baik.

Rasanya capek pikiran dan sakit badan. Sampai-sampai di atas bis tadi aku rasanya pingin nangis saking capek dan stresnya. Tiba-tiba ada suara ringkik kuda, ternyata seekor kuda yang sudah terlalu kelelahan dipaksa kusirnya untuk terus berjalan di jalan raya yang superduper padat. Jadi tambah pingin nagis. Tarik nafas dalam-dalam dan berdoa, semoga Tuhan menolong mahluk ciptaanNya. Tiba-tiba seorang pengamen menyanyi dengan suara pas-pasan, tapi dengan ketulusan yang bisa dirasakan dan sampai selesai. Belum habis timbang rasaku, tiba-tiba sepasang lelaki pengamen ledhek naik. Sebegitu susahnya cari pekerjaan sekarang. Dan aku tak kunjung mensyukuri tempatku bekerja. Aku tetap belum bisa menyukai tempat ini dengan tulus. Keberuntungan pun nampaknya belum juga berkawan denganku, untuk membawaku pergi dari tempat ini.

Mungkin aku memang mau sakit. Tulang belakangku tak kunjung berkurang rasa sakitnya. Dengan mual-mual dan semua otot kaki yang kesakitan. Semalam kaki-kakiku mulai bengkak, padahal itu salah satu asset berhargaku…duh! Tulang ekor sampai tembus ke perut masih juga perih. Kadang-kadang rasanya seperti melayang. Tapi kalau ditimbang-timbang, ini pasti bukan penyakit.