seorang teman bercerita; nyaris menantang berkelahi teman sekostnya gara2 nebang pohon perindang. tentu saja yang lebih bikin dia panas karena caranya; “kalau buat anak design, tanaman gini cuma sampah”. hehehehehe, sebenernya, selamatlah anak itu karena aku nggak ada di sana waktu dia ngomong. kalo nggak udah kutendang pantatnya! sok tau!
dan ke-sok tau-an itulah yang membuat teman tadi nyaris menghajarnya. karena, selain sebagai anak baru yang kalau diamat2i emmang nggak ada sopan2nya blas, dia juga telah menghancurkan satu ekosistem. ekosistem yang menjadi alasan mengapa teman tadi memilih tinggal di rumah itu.
tanaman menjalar ini berbunga sangat cantik, kadang2 berbuah, seperti timun suri. tapi apa namanya, kami tak pernah terlalu peduli. kami semua menyukai tanaman rambat ini. bahkan tung-tung selalu hanya merapikan sulur2nya, tidak pernah membuatnya mati. bukan hanya kami yang menyukainya. burung-burung pun suka hinggap dan memeriahkan pagi di suaka ini. dan jika burung-burung datang, kucing-kucing pun senang. burung2 bisa berkelit dari para kucing yang suka berlatih memanjat dahan dan sulurnya, sambil membantu penyerbukan bunga2 cantik. tentu saja, semua jenis semut bisa dipastikan hadir untuk mengambil bagian dari ekosistem tanaman sulur ini. mereka menjadi penghubung kasih si sulur dan nangka yang ditumpanginya. selalu menyenangkan duduk di bawahnya. [tung-tung suka ngisis di bawahnya setelah menyapu halaman yang luebar itu
, kepet2 kaosnya yang bau dan basah...kadang sambil minum teh]
dan sekian banyak kehidupan dan jejaringnya dihabisi hanya karena ’sampah design’. minta dihajar alam rupanya…
siang ini, sembari menunggu kepala taman budaya yang lagi sibuk, aku duduk di sebelah pot palem. tiba2 mataku tertimpuk pada satu benda aneh. ‘baju bekas’ sang belalang. a ha! sangat bagus sekali. warnanya jadi transparan, lengkap dengan sungut dan “gerigi” di kakinya. luar biasa. ternyata, tubuhnya dilingkupi satu baju terusan.
sesuatu bergerak…
ah, itu dia belalangnya. lho, apa itu di bawahnya? anak-anak belalang! apa belalang juga kenal piknik keluarga?
sesuatu jatuh di lengan sweater hijauku…
ahahahahahaha…seekor semut kecil yang dengan susah payah membawa potongan sayap kupu-kupu. angin telah menerbangkannya, tanpa mampu ia mencegahnya.
hari ini sangat luar biasa capek setelah berkeliling …dan panas. tapi bersentuhan dengan mahluk-mahluk yang sederhana ini membuat hariku lebih baik
keajaiban Tuhan selalu ada diantara kita, jika kita mau melihatnya.